GALERI

Dokumen Kegiatan

Senin, 11 Maret 2019 13.02

Dwi Novitasari

 SMA MAARIF NU PANDAAN – Awal semester henap tahun ajaran 2018/2019 (2/1), tim Gerakan Literasi Sekolah atau di singkat GLS telah menerapkan budaya membaca di setiap kelas. Tim GLS telah meminjamkan buku bacaan dari perpustakaan SMARIFDA sekaligus jurnal baca kepada setiap siswa. Setiap siswa wajib membaca buku sebelum pelajaran jam pertama dimulai. Setelah itu, siswa di wajibkan mengisi jurnal baca untuk ditandatangani oleh guru yang mengajar di jam pertama. Para siswa juga diminta untuk menuliskan kembali apa isi buku yang sudah selesai dibaca. Maka tim GLS akan memberikan cap bintang di jurnalnya.

Berikutnya, sejak hari Jumat (1/3), tim GLS mengadakan Lomba Menulis Cerpen, Puisi, dan Budaya Literasi. Ibu Anita Wahyu Purwaningsih S. Sos adalah penggagas lomba tersebut sekaligus ketua tim. Lomba ini diadakan karena tim GLS melihat potensi siswa SMARIFDA dalam menerapkan budaya membaca di kelas. Hal tersebut di buktikan dengan adanya salah satu siswa yang minat bacanya tinggi.

"Tujuan diadakannya lomba ini adalah meningkatkan kreativitas siswa dalam menciptakan karya sastra, baik dalam bentuk puisi maupun cerpen. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk melestarikan budaya literasi di kelas." Tutur ketua tim GLS.

Mengapa lomba menulis cerpen, puisi? Selama ini, minat baca siswa lebih cenderung ke karya fiksi seperti novel, sedangkan budaya literasi (kreasi mading) menjadi bukti bahwa di dalam kelas tersedia buku bacaan yang mencukupi dan sebagai wadah bagi siswa agar tulisannya dapat dibaca teman-temannya.

Tim GLS telah memublikasikan poster petunjuk lomba GLS memuat syarat dan ketentuan lomba. Lomba ini harus diikuti oleh 10 kelas─kelas X terdiri atas 5 kelas dan  kelas XI terdiri atas 5 kelas─yang harus mengikuti minimal 1 peserta setiap cabang lomba, kecuali budaya literasi dikejakan per kelas. Kelas yang tidak mengikuti perlombaan akan dikenai denda sebesar Rp 100.000.

"Pengumpulan karya mulai 1 Maret-4 April 2019. Diadakannya lomba pada tanggal tersebut karena aktivitas siswa berkurang karena adanya PTS, sehingga siswa memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan karyanya. Pengumuman lomba ketika penerimaan peserta didik baru agar peserta didik baru termotivasi untuk membudayakan literasi sekaligus memperkenalkan bakat menulis kakak kelasnya. Jelas lomba ini akan di publikasikan dengan cara kumpulan cerpen dan puisi terbaik karya siswa akan dibukukan," tutur Bu. Uci, anggota tim GLS.

Beliau juga menambahkan, syarat penilaian penulisan cerpen dilihat dari kelengkapan penulisan, unsur intrinsik cerpen, dan penggunaan bahasanya. Untuk puisi dilihat dari kelengkapan sebuah puisi, keselarasan unsur puisi seperti citraan, majas, diksi, rima. Sedangkan budaya literasi dilihat dari kelengkapan buku bacaan setiap kelas, isi dan kreativitas mading, serta resume isi mading. Berikutnya, hasil karya dapat dikumpulkan kepada tim GLS: Bu Uci, Bu Wiwit, atau Bu Ratih. (Nvs)

Selasa, 06 November 2018 02:13

Peduli Palu

Ditulis oleh
Jumat, 02 November 2018 09:51

LDK TAHUN 2018

Ditulis oleh
Jumat, 02 November 2018 08:08

STUDY KAMPUS

Ditulis oleh
Halaman 1 dari 2